Satu kisah sejuta cerita

Tepat hari ini Senin 09 September 2019, tibala saatnya kita berada dititik yang terakhir untuk merekonsiliasi apa yang sudah kita implementasikan sebulan terakhir, berjuang sekuat jiwa dan raga dalam menyelesaikan atministrasi pengapdian masyarakat dalam bentuk laporan. Itula sebagai tanda bukti kita taat secara teori dan praktek. Dan hari ini rasa haru dan bangga kita rasakan bersama karena sempurna dalam mempertanggungjawabkannya. Kita tinggal memetik hasil atas jeri payah dan pengorbanan yang kita lalui dan berharap mendapatkan hasil yang maksimal nantinya, selalu ingat apa kata pepatah “usaha tidak akan menghianati hasil” dan aku mengamininya. Aku berharap jaringan pertemanan kita tidak sampai disini, melainkan selalu terkoneksi dimanapun dan kapanpun. Ditambah dengan mudah dan cepatnya kita dapatkan arus sosial media. Pertemuan yang kita rasakan bukanla rekayasa belaka melainkan pertemuan kita adaah konspirasi alam semesta, alam tidak dapat dipisahkan dengan manusia, selalu ada konspirasi antara manusia, alam dan tuhan dan apa yang kita jalani ini, sudah dikonsep oleh sang pencipta, kita tinggal mengeksekusinya. Moga-moga kita diberi umur panjang dan bisa berjumpa dihari hari berikutnya. Jujur aku akui banyak hikmah dari cerita yang kita buat, mengenal satu sama lain, saling berbagi, mengisi, tawa, canda, lara, suka, duka, akrap terdengar dalam sapa, kini hanya tinggal cerita. Ku doakan kita selalu dalam lindungan tuhan dan semangat dalam menelusuri alam perkuliahan, karna kuliah adalah tempat berpikir sebebas- bebasnya, menentukan jati diri mau jadi apa di masa depan, dan itu ditentukan dengan apa yang kita perbuat dari sekarang. Apabila diberi waktu dan jumpa dijalan ataupun dimana tempatnya mohon ditegur dengan sapa, sejatinya manusia itu adalah makhluk sosial saling membutuhkan dan terikat satu sama lain. Berharap kita memiliki humanisme yang peka terhadap seseorang tanpa terkecuali. Mungkin inila kisah cerita tentang kita dan aku selalu menunggu cerita selanjutnya. Dan saya akhiri dengan sebuah pantun “Kalau ada sumur diladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada umur yang panjang boleh kita berjumpa lagi”. Sekian dan terimakasih.

Iklan

Ayahku

Mungkin akulah orang paling beruntung didunia mempunyai sosok ayah sepertimu wahai ayahku. Aku mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepadamu wahai ayahku. Terimakasih sudah menjaga, mendidik dan membesarkanku hingga saat ini, sudah 20 tahun lebih kita hidup bersama ayah, dan aku berharap kita bisa hidup dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Terimakasihku yang pertama karena sudah mengajarkan arti kesabaran, mendidikku penuh kasih sayang, tegas dalam melangkah dan selalu kau doakan aku disetiap sujudmu ayah. Mengajarkan tentang seni kehidupan dan selalu memberikanku solutif ketika kehilangan arah, mengingatkanku betapa pentingnya arti spritual dan mengenal lebih dekat dengan tuhan, memberikan material seperlunya dan selalu mengingatkanku tidak bersipat hedonisme dalam kehidupan. Membawa aku jatuh dan tenggelam dalam lautan pendidikan dengan harapan aku bisa berguna bagi agama dan negara, dapat menjaga dan meningkatkan elektabilitas keluarga. Dan yang terakhir syukur dan alhamdulillah aku masih diberikan waktu untuk mendengar petuah darimu ayah, sehingga aku bisa bermuhasabah diri dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada tuhan yang maha esa. Motivasimu akan selalu ku ingat dan kukenang dalam hatiku yang paling dalam, kujadikan itu sebagai obat ketika aku jatuh dan rapuh dalam bertindak melangkah disetiap hari-hariku. Mungkin inila ucapan terimakasihku padamu ayahku yang selalu kurindukan.

Caraku melawan sepi

Setiap orang punya cara yang berbeda-beda dalam melawan sepi. Tak terkecuali aku yang punya cara tersendiri dalam melawan sepiku, banyak orang diluar sana yang melawan sepinya dengan beraneka ragam cara, main game, jalan-jalan dan sebagainya. Tapi disini aku ingin menceritakan caraku melawan sepi, sepi karena belum ada pendamping dan sepi karena masih sedikit jalinan pertemanan yang kulalai, sehingga aku merasa sepi dan kulampiaskan sepiku dengan membaca buku. Seperti halnya pernyataan bung hatta “Tidak masalah saya dipenjara asalkan saya bisa membaca buku, dengan buku saya bebas”. Tidak masalah aku berkawan dengan sepi asalkan aku bisa membaca buku, dengan buku aku bebas. Aku sudah terjun dan jatuh dalam romantisisme dengan buku, ada rasa kenikmatan tersendiri yang kurasakan ketika sudah berkawan dengan buku, dengan membaca beranekaragam bukula caraku melawan sepi.

Bukan Sekedar KKN

Tidak terasa sebulan penuh kita jalani hidup bersama, suka maupun duka. Mungkin akulah orang yang sangat beruntung bisa dipertemukan dengan kalian yang begitu banyak ragam, ras, suku, agama dan budaya bersatu dalam pikiran dan tindakan. Hari demi hari kita lalui bersama, mengapdikan diri sepenuh jiwa dan raga untuk mencerdaskan anak bangsa, mengerti keluhan anak-anak dan memberikan solusi lewat konsep dan tindakan. Detik demi detik kita dihantui oleh progja individu maupun kelompok yang akan direalisasikan, tapi itu semua terasa ringan dengan kebersamaan yang kita lalui bersama. Aku juga berterimakasih kepada kalian yang sudah mengajarkanku arti solidaritas, (yang menurutku solidaritas itu bukan suatu keharusan tapi suatu kesadaran), kesabaran dan mengerti beragam karakter manusia, sehingga membuat aku jadi lebih dewasa dan mengerti pola kehidupan. Kini saatnya kita akhiri kkn ini karena pintu alam perkuliahan sudah menanti di depan mata kita, akan kembali ke rutinitas kita sebagai insan akademis, berteman dengan buku dan menceritakan kisah kasih selama kkn bersama teman sekelas dikampus nantinya. Dan aku berharap ini bukan akhir pertemuan kita tapi awal dari pertemanan kita. Semoga kita selalu dalam lindungan tuhan yang maha esa dan diperpanjang umur supaya bisa dipertemukan dikemudian hari. Sukses selalu buat kalian yang selama sebulan ini sudah memperhatikan makananku. Disatu sisi aku merasa bahagia meskipun aku terpilih jadi orang yang terdepan kalau soal makan, itu tidak masalah bagiku, mungkin dengan penghargaan itula aku mudah diingat dan dikenang kalian teman”ku yang selalu aku rindukan, inila sedikit kesan dan pesanku buat kalian yang kutuangkan dalam bentuk tulisan. Moga-moga kita nantinya sukses semua dan dapat membahagiakan kedua orang tua. Aamiin

Kebersihan sebagian dari iman

Ekosistem alam akan tumbuh dan terjaga jika manusia bersinergi dalam kebersihan. Di dalam tubuh yang bersih dan sehat terdapat jiwa yang kuat dan di dalam lingkungan yang bersih terdapat pola hidup yang sehat. Sudah seharusnya kita bersih dalam perkataan, perbuatan dan lingkungan, lingkungan yang bersih akan terhindar dari haba penyakit yang setiap saatnya bisa menyerang seseorang dengan berbagai macam jenisnya. Para pendahulu kita pun sering mengucapkan “Hidupla dengan bersih dari rohani maupun fisiki. Di agama juga telah tercantum ayat Alqur’an yang mengajak bahwa “Kebersihan sebagian dari iman, didalam hati seorang muslim terdapat iman yang sangat tebal jika dia menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungannyan.

Suka duka kkn kita jalani bersama

Kurang lebih 2 minggu kami melaksanakan pengabdian masyarakat kkn di desa patumbak II kecamatan patumbak kabupaten deliserdang provinsi sumatera utara. Sudah cukup banyak suka maupun duka yang kami jalani bersama, mulai dari antrian mandi, nyuci tiap hari,kepanasan tiap malam, bimbingan belajar, magrib mengaji dan ikut mengambil peran sebagai pendidik disekolah yang ada di desa patumbak II ini. Kami berjumlah 20 orang 16 perempuan dan 4 laki-laki dari Universitas negeri medan. Masing-masing dari kami punya program kerja individu dan kelompok. Dan kami dikasih waktu selama sebulan untuk merealisasikan program kerja tersebut. Kami disini satu dalam barisan bersatu dalam pikiran dan bekerjasama untuk kemaslahatan umat. Inilah saatnya kami mengimplementasikan ilmu yang dapatkam dikampus baik teori maupun praktek. Beberapa dari kami sudah merealisasikan program individunya bahkan sudah ada membuat sedikit laporan sebagai tanda tanggung jawab kami selama menjalankan kkn ini. Kkn ini baru dimulai dari kami stambuk 16 dan terdapat beberapa fakultas dan jurusan. Dan kebetulan ditempat ini ada mahasiswa lain yang ikut juga dalam pengabdian masyarakat, mereka adalah mahasiswa dari Universitas muslim nusantara, sihingga bisa kami ajak berkonsolidasi dalam menjalankan program kerja kelompok yang sebelumnya merekapun punya program kelompok dan individu masing-masing, dan sebentar lagi kami akan melaksanakan turnamen bola kasti guna menjalin dan merperkuat tali persaudaraan diantara kami. Inila sedikit cerita yang ku punya yang hanya bisa kuceritakan dalam bentuk tulisan.

Peran orangtua dalam pendidikan anak

Setelah beberapa hari ini aku cermati dan teliti terhadap bimbingan belajar yang kami buat di salah satu desa yang ada di medan, alhasil potensi siswa sd tersebut sangat rendah dalam mengenal dan mengeja huruf, sungguh menjadi sesuatu yang sangat memalukan bagiku, bagimu dan bagi kita, aku tidak menyalahkan salah satu instansi yang katanya bisa mencerdaskan anak bangsa bernama sekolah, dan aku juga tidak menyalahkan yang katanya masadepan bangsa ini terdapat ditangan seseorang yang biasa disapa Guru. Seperti kata roem topatimasang “Sekolah itu candu”. Disini aku tidak mencari apa yang menyebabkan mereka buta huruf. Tapi disini aku ingin memberikan solusi dan berbagi sedikit ilmu yang ku punya dalam bentuk tulisan. Semoga kalian yang suka baca bisa baca tulisanku ini. Hehehehe…..

Sedari kecil aku dibimbing orang tua baik dari segi mental, fisik, kesehatan, pendidikan maupun spritual. Orangtuala orang pertama manusia yang pernah kulihat dan belajar dalam segala sesuatu yang ada, orangtua jg yang mengajarkanku baca tulis dirumah dan disekolah, karna sekolah tidak bisa sepenuhnya menjamin kognitif seseorang. Dan orang tua seharusnya bisa memanajemen waktu antara bekerja dan mendidik anak, karna tidak bisa pendidikan anak ini sepenuhnya diberikan kepada sekolah, apalagi sekarang sudah masuk yang disebut kapitalisme pendidikan, ini tentunya akan menjadi salah satu penghambat bagi seseorang bisa sekolah dikarenakan materialisme yang sangat besar dan tinggi. Di agama juga dijelaskan bahwasanya orangtua itu adalah madrasah pertama bagi anaknya. Orangtua harus mengambil peran dalam dunia pendidikan anak, baik dari segi materi, motivasi, kognitip dan spritual. Inila salah satu solusi yang menurut aku produktif dalam menumbuhkan kecerdasan anak, harus ada kerja sama antara sekolah, guru dan lingkungan dalam menopang kecerdasan itu.